Analisa Sensitivitas

Pada saat akan menganalisis perkiraan arus kas di masa mendatang, manusia selalu berhadapan dengan ketidakpastian. Akibatnya, hasil perhitungan di tas kertas tersebut dapat menyimpang jauh dari kenyataannya. Ketidak pastian itu dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan suatu proyek dalam beroperasi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.

Analisis sensivitas merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui akibat dari perubahan parameter-parameter produksi terhadap perubahan kinerja sistem produksi dalam menghasilkan keuntungan. Dengan melakukan analisis sentivitas maka akibat yang mungkin terjadi dari perubahan-perubahan tersebut dapat diketahui dan diantisifikasi sebelumnya.

Alasan dilakukannya analisis sentivitas adalah untuk mengantisipasi adanya perubahan-perubahan berikut :

  1. Adanya cost over, yaitu kenaikan biaya-biaya, seperti biaya konstruksi, biaya bahan baku, produksi, dsb.
  2. Penurunan produktivitas
  3. Mundurnya jadwal pelaksanaan proyek

Sedangkan tujuan dari analisis sensitivitas adalah sebagai berikut :

  1. Menilai apa yang akan terjadi dengan hasil analisis kelayakan suatu kegiatan investasi atau bisnis apabila terjadi perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat.
  2. Analisis kelayakan suatu usaha ataupun bisnis perhitungan umumnya didasarkan pada proyeksi-proyeksi yang mengandung ketidakpastian tentang apa yg akan terjadi di waktu yang akan datang.
  3. Analisis pasca kriteria investasi yang digunakan untuk melihat apa yang akan terjadi dengan kondisi ekonomi dan hasil analisa bisnis jika terjadi perubahan atau  ketidaktepatan dalam perhitungan biaya  atau manfaat

Dalam analisis sensitivitas, perubahan-perubahan variabel yang terjadi pada sistem atau proses produksi dapat dijadikan indikator dalam perhitungan ketidak pastian. Berikut adalah analisis variabel yang menjadi indikator tersebut, ialah :

1. Harga

Perubahan harga (terutama harga output) dapat disebabkan karena adanya penawaran (supply) yang bertambah dengan adanya bisnis skala besar (misal perkebunan kelapa sawit) atau adanya beberapa bisnis baru dengan umur ekonomi yang panjang

2. Keterlambatan pelaksanaan

Terlambat dalam pemesanan/penerimaan alat baru masalah administrasi yang tidak terhindarkan khusus pada usaha di sektor pertanian, karena adanya teknik bercocok tanam baru, sehingga petani perlu adaptasi dengan teknik tersebut.

3,    Kenaikan biaya (“cost over run“).

Terjadi karena adanya kenaikan dalam biaya konstruksi, misalnya pada saat pelaksanaan ada kenaikan pada :

  1. Harga peralatan
  2. Harga bahan bangunan
  3. Ketidaktepatan dan perkiraan hasil (produksi).

Terutama bila cara produksi baru yang sedang diusulkan yang dipakai sebagai ukuran atau informasi agronomis terutama didasarkan pada hasil penelitian. Analisis sentivitas dilihat terhadap kelayakan bisnis terhadap perbedaan dari perkiraan hasil bisnis dengan hasil yang betul-betul dihasilkan di lokasi bisnis.

Contoh :

jika suatu biya tetap usaha setiap tahunnya adalah Rp. 300.000.000 dan biaya variabel adalah Rp. 2.000, sedangkan harga jual setiap produk sebesar Rp. 5.000, maka jumlah minimal yang harus dicapai setiap tahun adalah

= Rp. 300.000.000 / (5.000 – 2.000)

= Rp. 100.000.000

Jika perusahaan mengalami peningkatan pencapaian, misalnya dari 100.000.000 menjadi 300.000.000, maka perlu diteliti mengenai kemampuan produksi yang bisa dicapai.

 

Sumber : Husein Umar. Studi Kelayakan Bisnis. (PT Gramedia Pustaka: Jakarta, 2005) h. 191-196

http://achmad-amirudin21.blogspot.com/2012/05/analisis-sensitivitas-titik-impas.html (diakses pada tanggal 26 Maret 2013, pukul 23.00)

Kategori: Artikel