Perumahan merupakan tempat istirahat, dan melakukan berbagai aktivitas setiap orang atau keluarga sehari-hari. Karena perumahan saat ini selain sarana hunian atau tempat tinggal, tapi juga merupakan investasi di masa depan. Pesatnya pertumbuhan pembangunan perumahan ditandai dengan suburnya pembangunan fisik semua sub sektor dan haruslah diimbangi dengan pengelolaan yang serius dan profesional. Pembangunan perumahan dan pemukiman pada hakekatnya merupakan tanggung jawab masyarakat. Peranan pemerintah terutama diarahkan untuk menciptakan iklim usaha dan iklim pembangunan masyarakat dan perusahaan swasta dalam pembangunan perumahan.

Dalam rangka memberikan dorongan kepada perusahaan swasta dan masyarakat, belakangan ini berbagai kemudahan telah diberikan pemerintah. Kemudahan tersebut berupa penyederhanaan prosedur, pemberian keringanan dalam angsuran kredit pemilikan rumah (KPR) dan pemberian dorongan kepada lembaga-lembaga keuangan untuk turut serta menyalurkan KPR kepada masyarakat. Kebutuhan rumah dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan sesuai laju pertumbuhan penduduk.

Kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam program perumahan nasional terutama perumahan masyarakat berpenghasilan rendah disebabkan perizinan yang berbelit, mahal, pajak yang meningkat, minimnya ketersediaan tanah, daya beli yang minim, salah satu program pemerintah yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program-program pembangunan perumahan dan pemukiman penduduk yang tertera pada program pembangunan nasional dan mendukung kebutuhan perumahan yang layak, sehat, dan terjangkau. Diantara program-program tersebut adalah peningkatan pelayanan sarana dan prasarana perumahan dan pemukiman. Hal ini tentunya didukung oleh penyediaan lahan, dana (pembiayaan), kapasitas dan daya beli masyarakat.

Saat ini di daerah perkotaan makin sedikitnya lahan untuk dibangun perumahan, jika ada yang dijual harganya pasti tinggi karena dipastikan harga tanahnya juga tinggi. Disamping itu juga, daerah perkotaan juga lebih banyak dijadikan pusat komersil dan industri seperti perkantoran, pusat perbelanjaan dll. Sehingga perumahan masyarakat makin sedikit dan berubah fungsi dari lahan masyarakat menjadi lahan komersil.

Metodologi yang dilakukan pada studi kelayakan perumahan ini meliputi tahapan-tahapan analisa, yaitu :

  1. Analisa Umum & Legal
  2. Analisa Profil Properti
  3. Analisa Ekonomi
  4. Analisa Pasar
  5. Analisa Keuangan

Analisa keuangan dilakuakan untuk mengetahui proyeksi Cash Flow perusahaan serta analisa kelayakan. Rasio finansial yang digunakan pada analisa keuangan dalam studi ini adalah Net Present Value (NPV) , Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Periode (PB).

Data yang digunakan pada studi kelayakan perumahan merupakan data primer dan data sekunder. Data ini digunakan dan diolah menjadi informasi yang berguna bagi penetapan keputusan. Data primer didapat dari hasil survey ke lokasi proyek, perkembangan kondisi lingkungan sekitar, dan sebagainya, sedangkan data sekunder berasal dari Badan Pusat Statistik yang kemudian diolah lebih lanjut.

Kategori: Artikel