Investasi merupakan langkah awal dalam memulai suatu bisnis atau usaha. Ada beberapa hal yang mendasar yang menjadi pertanyaan sebelum melakukan investasi tersebut.

Apa investasi usaha yang dilakukan?

Apakah investasi yang dilakukan menguntungkan?

Apakah investasi akan memberikan manfaat ekonomis?

Apakah investasi yang dilakukan sudah merupakan pilihan yang optimal dari berbagai kemungkinan yang ada?

Maka untuk menjawab pertanyaan mendasar tersebut perlu dilakukan penelitian yang mendalam yaitu para investor dapat menggunkan jasa studi kelayakan untuk melakukan analisis dan menjawab pertanyaan tersebut

Diperlukan analisis investasi yang bisa menjelaskan apakah investasi tersebut akan menjanjikan keuntungan atau tidak. Sebenarnya dalam studi kelayakan ada beberapa aspek yang akan di tinjau untuk menilai apakah investasi tersebut layak atau tidak. Aspek-aspek tersebut adalah aspek pasar, aspek ekonomi, aspek lingkungan, aspek hukum, aspek teknologi dan aspek keuangan. Namun aspek yang paling vital dalam studi kelayakan adalah aspek keuangan. sehingga pada artikel ini akan di bahas bagian aspek keuangan yang berkaitan dengan investasi tersebut.

Metode untuk menilai aspek keuangan tersebut adalah sebagai berikut

  • METODE NET PRESENT VALUE (NPV)
  • METODE ANNUAL EQUIVALENT (AE)
  • METODE INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)
  • METODE BENEFIT COST RATIO (BCR)
  • METODE PAYBACK PERIOD (PBP)

Bila rencana investasi yang dievaluasi hanya satu buah,

maka alternatif rencana investasi tersebutditerima apabila mempunyai nilai IRR> tingkat pengembalian minimum (MARR) yang diinginkan oleh investor. Bila sebaliknya, maka alternatif ditolak.

Apabila alternatif rencana investasi yang dievaluasi lebih dari satu, maka digunakan: “Metode Inkremental”.

Metode inkremental pada analisa laju pengembalian dapat dijelaskan sebagai berikut: Misalnya terdapat dua alternatif yang harus dievaluasi, dari kedua alternatif tersebut dapat dinyatakan dalam hubungan sebagai berikut.

Selisih atau perbedaan ini dapat dilihat sebagai proyek semu (“dummy”) yang bisa juga memilki (dapat dihitung) IRRnya. Dan IRR dari proyek semu ini disebut sebagai IRR Inkremental (∆IRR).

Apabila alternatif yang dibandingkan lebih dari dua buah, maka:

Langkah pertama adalah menentukan urutan proyek berdasarkan biaya investasi, dan disusun dari proyek dengan biaya investasi terendah ke tinggi.

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisa inkremental proyek urutan 1 dan 2, kemudian alternatif terpilih dibandingkan dengan proyek urutan ke 3 dan seterusnya.

Kategori: Artikel