Studi kelayakan telah dikenal luas oleh masyarakat terutama yang bergerak dalam bidang usaha dan bisnis. Studi kelayakan merupakan suatu studi atau research tetang suatu bisnis atau usaha layak atau tidak layaknya di jalankan. Bermacam-macam peluang dan kesempatan yang ada dalam kegiatan dunia usaha, menuntut perlu adanya penilaian tentang seberapa besar kesempatan tersebut dapat memberikan manfaat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan studi yang agar jangan sampai setelah terlanjur menginvestasikan dana yang sangat besar, ternyata proyek atau usaha tersebut tidak menguntungkan.

Tujuan dilakukannya studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Tentu saja studi kelayakan ini akan memakan biaya, tetapi biaya tersebut relatif kecil apabila dibandingkan dengan risiko kegagalan suatu proyek yang menyangkut investasi dalam jumlah yang sangat besar. 

Kapan studi kelayakan tersebut dilakukan? studi kelayakan di lakukan pada saat perencanaan suatu usaha. Seorang pengusaha yang tidak main-main dengan usaha akan memikirkan perencanaan yang matang akan usahanya. Dalam kesempatan ini PT. Grapadi Sejahtra Mandiri hadir sebagai penyedia jasa studi kelayakan untuk membantu pengusaha membuat perencanaan usahanya. Sehingga dengan studi tersebut dapat membantu pengusaha untuk mengambil keputusan.

Suatu studi kelayakan bisnis memiliki beberapa tahapan dalam pelaksanaanya. Beberapa tahapan studi tersebut diantaranya :

1. Penemuan Ide.

Produk yang akan dibuat hendaknya memiliki langkah penemuan ide dengan cara melakukan penelitian terhadap kebutuhan pasar dan jenis produknya. Dilain pihak sehubungan dengan kebutuhan pasar, hasil penelitian yang diharapkan adalah kapasitas produk yang nantinya dapat dijual dipasaran.haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan.

2. Tahap Penelitian

Selanjutnya dilakukan studi yang lebih mendalam dengan memakai metode ilmiah. Dimulai dengan mengumpulkan data, lalu mengolah data berdasarkan teori-teori yang relevan, menganalisis dan menginterpresentasikan hasil pengolahan data dengan alat-alat analisis yang sesuai, menyimpulkan hasil sampai pada pekerjaan membuat laporan hasil studi tersebut.

3. Tahap Evaluasi.

Ada tiga macam evaluasi. Pertama, mengevaluasi usulan proyek yang akan didirikan; kedua, mengevaluasi proyek yang sedang dibangun; dan ketiga, mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin. Evaluasi membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria, di mana standar atau kriteria ini dapat bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Hal  yang dibandingkan dalam evaluasi adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang diperkirakan akan diperoleh.

4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak.

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak dan terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk merealisasikan semua rencana bisnis tersebut, misalnya keterbatasan dana, maka perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang dianggap paling penting direalisasikan. Sudah tentu yang diprioritaskan adalah rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibandingkan dengan usulan yang lain berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang telah ditentukan.

5. Tahap Rencana Pelaksanaan.

Setelah rencana bisnis dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari menentukan jenis pekerjaaan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga pelaksana, ketersediaan dana dan sumber daya lain, kesiapan manajemen, dan lain-lain.

6. Tahap Pelaksanaan.

Setelah semua persiapan yang harus dikerjakan selesai dipersiapkan, tahap berikutnya adalah merealisasikan pembangunan proyek tersebut. Kegiatan ini membutuhkan manajemen proyek. Jika proyek selesai dikerjakan, tahap berikutnya adalah melaksanakan operasional bisnis itu secara rutin. Dalam operasional ini, perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis, yaitu dari fungsional keuangan, pemasaran, produksi/operasi, SDM dan manajemennya agar selalu bekerja secara efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan. Hasil evaluasi dapat disajikan feedback bagi perusahaan untuk selalu mengkaji ulang proses bisnis ini secara terus menerus.



			
Kategori: Artikel