Kalau Anda gagal merencanakan bisnis, maka Anda merencanakan kegagalan untuk bisnis Anda. Lebih baik Anda berkelahi waktu membuat perencanaan bisnis daripada berkelahi waktu menjalankan bisnis. Gagalnya pengusaha diawal usaha karena tidak mampu merancang perencanaan bisnis  yang baik. Begitu memasuki dunia bisnis, banyak hal tak terduga muncul dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Oleh karena hal tersebut perencanaan bisnis merupakan hal yang sangat penting dalam memulai bisnis. Dengan apa kita membuat perencanaan bisnis? Ya salah satunya dengan membuat studi kelayakan bisnis. Apa itu studi kelayakan bisnis? Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut untuk dilaksanakan.

Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

  • Menghindari penanam modal yang sia-sia.
  • Melihat prospek usaha yg baik dimasa yang akan datang.
  • Sebagai alat kontrol atau kendali jalannya usaha.
  • Mengajukan pinjaman pada pihak ke 3

Untuk menentukan layak atau tidaknya suatu usaha atau bisnis tersebut penelitian tersebut akan dikaji dari berbagai aspek studi kelayakan. Beberapa aspek studi kelayakan yang dikaji tersebut adalah sebagai berikut ini

  1. Aspek teknis dan produksi
    1. Lokasi usaha
    2. Bangunan dan layout
    3. Bahan baku/saprotan dan bahan pembantu
    4. Tenaga penggerak
    5. Tenaga kerja
    6. Mesin dan peralatan
    7. Alat pengangkutan
    8. Alat komunikasi
    9. Fasilitas umum
    10. Lingkungan
  2. Aspek pasar dan pemasaran
    1. Permintaan pasar
    2. Harga
    3. Calon pembeli
    4. Persaingan
    5. Perkiraan Market share
    6. Rantai pemasaran
    7. Perkiraan penjualan
  3. Aspek hukum
    1. Ketentuan hukum yang mengatur
    2. Ketentuan yang harus dipenuhi, yaitu akta perusahaan dan izin-izin
    3. Pelanggaran hukum
  4. Aspek sosial ekonomi
    1. Kondisi sosial ekonomi yang berpengaruh (agama, adat istiadat, pendapatan, norma sosial, kesehatan, pendidikan)
    2. Manfaat kepada masyarakat
    3. Manfaat terhadap perekonomian lokal, regional dan nasional (efek berganda, efek ke depan dan ke belakang)
    4. Penggunaan sumber dalam negeri
    5. Pengaruh terhadap penerimaan pemerintah
    6. Keterkaitan beban biaya investasi dengan kerugian masyarakat (jalan tol, jembatan penyeberangan/ferry)
  5. Aspek manajemen
    1. Organisasi
    2. Tenaga teknis dan administrasi
    3. Tenaga manajerial
    4. Kemampuan dan keterampilan
    5. Wewenang dan tangung jawab
    6. Pelatihan yang diperlukan
  6. Aspek keuangan
    1. Jenis dan jumlah biaya investasi dan operasional
    2. Waktu biaya-biaya tersebut diperlukan
    3. Sumber dana pembiayaan
    4. Perkiraan jumlah produksi
    5. Waktu terjadinya produksi
    6. Perkiraan harga jual
    7. Jumlah pendapatan
  7. Aspek lingkungan
    1. Dampak terhadap lngkungan
    2. Limbah yang beracun dan berbahaya bagi manusia, binatang dan tumbuhan
    3. Upaya untuk menyesuaikan dengan ketentuan yang ada
    4. Teknis produksi dan pembuangan limbah tidak menimbulkan dampak negatif

Dari berbagai aspek studi kelayakan tersebut akan diperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai bisnis yang akan dijalankan. Resiko – resiko dari bisnis tersebut juga akan dapat diperkirakan sehingga pebisnis akan lebih merasa aman dalam menjalani bisnisnya.

Kategori: Artikel