Keuntungan dari penelitan studi kelayakan sangat besar pengaruhnya dari suatu bisnis yang dijalankan. Penelitian tersebut akan memberikan dampak yang baik bagi usaha / bisnisnya. Memang untuk melakukan suatu penelitian memerlukan pengorbanan baik itu biaya, tenaga maupun pemikiran namun tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh dari penelitian tersebut atau dikatakan memperoleh keuntungan dari itu. Beberapa manfaat dari studi kelayakan bisnis adalah sebagai berikut.

1. Menghindari resiko kerugian

Dalam suatu bisnis akan banyak masalah-malasah yang akan terjadi terutama resiko-resiko dari bisnis terutama resiko kerugian dari bisnis tersebut. Resiko yang mungkin terjadi dalam suatu bisnis seperti resiko pemasaran, resiko manajemen, resiko teknis dan berbagai resiko lainnya. Untuk menghidari resiko tersebut dapat dilakukan dengan studi pendahuluan yang disebut studi kelayakan bisnis.

2. Memudahkan perencanaan

Dengan penelitian studi kelayakan tersebut akan lebih mudah dalam perencanaan bisnis dimana dalam studi tersebut akan membahas aspek-aspek dari bisnis. Perencanaan yang dihasilkan dari studi kelayakan tersebut seperti RAB, Target Pasar, sterategi pemsaran, perencanaan produk, prencanaan peralatan, perencannaan lokasi, perencanaan keuangan dan lain-lain.

3. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan

Studi Kelayakan akan memudahkan pelaksanaan pekerjaan dari bisnis tersebut karena laporan studi kelayakan akan menjadi buku panduan untuk pelaksanaan pekerjaan akan bisnis itu sehingga tidak ada yang lari dari jalurnya. Bisnis tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat agar tujuan bisnis tersebut dapat tercapai.

4. Memudahkan pengawasan

Setelah bisnis tersebut berjalan pemilik bisnis akan lebih mudah melakukan pengawasan dengan mengunakan studi kelayakan tersebut. Hal itu dapat dilakukan karena dalam laporan studi kelayakan telah membahas berbagai aspek yang berhubungan dengan bisnis tersebut.

5. Memudahkan pengendalian

Studi kelayakan juga dapat digunakan untuk memudahkan pengendalian akan bisnis karena dalam studi kelayakan tersebut sudah dibuat berbagai rekayasa yang mungkin terjadi dari bisnis seperti dalam aspek keuangan disebut sensitivitas, target pasar, positioning produk dan berbagai rekayasa lainnya. Sehingga apapun yang terjadi pada bisnis tersebut akan dapat dikendalikan.

Pihak-pihak yang membutuhkan laporan studi kelayakan bisnis jasa itu dapat digolongkan seperti di bawah ini:

1. Pihak Investor

Studi kelayakan bisnis akan menjadi bukti atau dasar keyakinan pagi pihak investor untuk menanamkan modal nya pada bisnis tersebut. Pihak investor akan mempelajari laporan studi kelayakan untuk meyakinkan dirinya akan keuntungan yang akan diperoleh karena pihak investor juga harus memperolah keuntungan dari modal yang akan ditanamkannya.

2. Pihak Kreditor

Pendanaan proyek dapat juga dipinjam dari bank. Pihak bank, sebelum memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak, perlu mengkaji ulang bisnis yang akan dijalankan. Salah satu cara menguji bisnis tersebut dengan membuat studi kelayakan dari bisnis itu. Dari studi kelayakan tersebut akan dapat dinilai apakah bisnis tersebut layak untuk dijalankan sehingga pihak bank yakin untuk memberikan pinjaman, namun apabila sebaliknya maka pinjaman pun tidak akan diberikan.

3. Pihak Manajemen Perusahaan

Studi kelayakan bisnis dapat dibuat oleh pihak eksternal perusahaan maupun pihak internal perusahaan (sendiri). Terlepas dari siapa yang membuat, pembuatan proposal ini merupakan upaya dalam rangka merealisasikan ide proyek yang ujung-ujungnya bermuara pada peningkatan usaha untuk meningkatkan laba perusahaan. Sebagai pihak yang menjadi project leader, sudah tentu pihak manajemen perlu mempelajari studi kelayakan itu. Sehingga pihak manajemen perusahaan mengetahui pendanaan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari investor dandari kreditor dan berbagai hal lainnya.

4. Pihak Pemerintah dan Masyarakat

Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimanapun pemerintah dapat, secara langsung maupun secara tidak langsung, mempengaruhi kebijakan perusahaan. Penghematan devisa negara, penggalakan ekspor nonmigas dan pemakaian tenaga kerja missal merupakan contoh-contoh kebijakan pemerintah di sektor ekonomi. Proyek-proyek bisnis yang membantu kebijakan pemerintah inilah yang diprioritaskan untuk dibantu, misalnya dengan subsidi dan keringanan lain.

5. Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi

Dalam menyusun studi kelayakan bisnis perlu juga dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang akan ditimbulkan oleh proyek terhadap perekonomian nasional. Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk mengetahui biaya dan manfaat tersebut antara lain ditinjau dari aspek Rencana Pembangunan Nasional, distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, nilai investasi per tenaga kerja, pengaruh social, serta analisis kemanfaatan dan beban sosial. Jadi, jelas bahwa studi kelayakan bisnis yang dibuat perlu dikaji demi tujuan-tujuan pembangunan ekonomi nasional.

Kategori: Artikel