Jasa konsultan studi kelayakan atau lebih sering disebut FS (Feasibility Study) sangatlah diperlukan dalam suatu bisnis. Dimana FS (Feasibility Study) akan dapat memanajemen bisnis tersebut baik ketika perencanaan maupun saat bisnis tersebut sudah berjalan. FS (Feasibility Study) akan dapat menanggulangi kondisi ketidakpastian dari bisnis tersebut atau lebih dikenal dengan resiko bisnis. Sehingga pebisnis akan lebih percaya dan lebih nyaman dalam menjalankan bisnisnya.

FS (Feasibility Study) atau Studi Kelayakan bisnis bisa didifinisikan sebagai suatu penelitian tentang berhasil tidaknya bisnis investasi dilaksanakan secara menguntungkan (penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan ekses sumber daya, penghematan devisa, dan peluang usaha). FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan bisnis merupakan laporan penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan berhasil dengan pertimbangan mendapatkan manfaat finansial. Akan banyak tim yang terlibat dari berbagai ahli seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan bidang profesi lainnya. Hasil dari FS tersebut akan digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.

Apa saja sih yang dibahas di dalam sebuah FS (Feasibility Study) atau  studi kelayaan bisnis

1. Aspek pasar dan pemasaran mencoba mempelajari tentang:

  1. Permintaan, baik secara total ataupun diperinci menurut daerah, jenis konsumen, perusahaan besar pemakai. Disini juga perlu diperkirakan tentang proyeksi permintaan tersebut.
  2. Supply, baik yang berasal dari dalam negeri maupun juga yang berasal dari impor. Bagaimana perkembangannya di masa lalu, dan bagaimana perkiraan di masa yang akan datang. Faktor-faktor yang mempengaruhi supply ini, seperti jenis barang yang bisa menyaingi, perlindungan dari pemerintah dan sebagainya, perlu pula diperhatikan.
  3. Harga, dilakukan perbandingan dengan barang-barang impor, produksi dalam negeri lainnya. Apakah ada kecenderungan perubahan harga, dan kalau ya, bagaimana polanya.
  4. Program pemasaran, mencakup strategi pemasaran yang akan dipergunakan, marketing mix. Identifikasi siklus kehidupan produk, pada tahap apa produk yang akan dibuat.
  5. Perkiraan penjualan yang bisa dicapai perusahaan, market share yang bisa dikuasai perusahaan.

2. Aspek teknis dan produksi, menyangkut berbagai pertanyaan penting tentang:

  1. Apakah studi dan pengujian pendahuluan pernah dilakukan.
  2. Apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal. Apakah luas produksi ini akan meminimumkan biaya produksi rata-rata ataukah akan memaksimumkan laba, jadi mempertimbangkan secara simultan faktor permintaan. Bagaimana fasilitas untuk ekspansi nantinya, tentang lokasi, luas tanah, pengaturan fasilitas produksi dan sebagainya.
  3. Apakah proses produksi yang dipilih sudah tepat. Umumnya terdapat beberapa alternatif proses produksi untuk menghasilkan produk yang sama. Sebagai contoh, semen bisa dibuat dengan proses basah, ataupun proses kering. Contoh lainnya, soda bisa dibuat dengan metode elektrolisis atau metode kimia.
  4. Apakah mesin-mesin dan perlengkapan yang dipilih sudah tepat. Faktor yang diperhatikan adalah tentang umur ekonomis dan fasilitas pelayanan kalau terjadi kerusakan mesin-mesin tersebut.
  5. Apakah perlengkapan-perlengkapan tambahan dan pekerjaan teknis tambahan telah dilakukan. Faktor-faktor seperti material handling, supply bahan pembantu, kontrol kualitas dan sebagainya perlu diperhatikan pula
  6. Apakah telah disiapkan tentang kemungkinan penanganan terhadap limbah produksi.
  7. Apakah tata letak yang diusulkan dari fasilitas produksi cukup baik.
  8. Bagaimana dengan pemilihan lokasi dan site
  9. Apakah jadwal kerja telah dibuat dengan cukup realistis.
  10. Apakah teknologi yang akan dipergunakan bisa diterima dari pandangan sosial.Dalam pemilihan teknologi yang akan dipergunakan sebaiknya tidak dipergunakan teknologi yang sudah usang, atau teknologi yang masih dicoba-coba. Yang pertama akan mengakibatkan perusahaan nantinya sulit untuk bersaing, sedangkan yang kedua bisa mengakibatkan kesulitan dalam perawatan fasilitas.

3. Aspek keuangan mempelajari berbagai faktor penting seperti:

  1. Dana yang diperlukan untuk investasi, baik untuk aktiva tetap maupun untuk modal kerja.
  2. Sumber-sumber pembelanjaan yang akan dipergunakan. Seberapa banyak dana yang berupa modal sendiri dan berapa banyak yang berupa pinjaman jangka pendek, dan berapa yang jangka panjang.
  3. Taksiran penghasilan, biaya dan rugi atau laba pada berbagai tingkat operasi. Termasuk disini estimasi tentang break even point
  4. Manfaat dan biaya dalam artian finansial seperti rate of return investment, net present value, internal rate of return, profitability index, dan payback period. Estimasi terhadap risiko proyek, risiko dalam artian total, atau kalau mungkin yang hanya sistematis.
  5. Proyeksi keuangan. Pembuatan neraca yang diproyeksikan dan proyeksi sumber dan penggunaan dan dana.

4. Aspek manajemen perlu dipelajari tentang:

  1. Manajemen dalam masa pembangunan proyek:
  • Siapa pelaksana proyek tersebut.
  • Bagaimana jadwal penyelesaian proyek tersebut.
  • Siapa yang melakukan studi masing-masing aspek; pemasaran, teknis, dan lain sebagainya.
  1. Manajemen dalam operasi:
  • Bentuk organisasi dan badan usaha yang dipilih.
  • Struktur organisasi, deskripsi jabatan, dan spesifikasi jabatan.
  • Anggota direksi dan tenaga-tenaga kunci.
  • Jumlah tenaga kerja yang akan dipergunakan.

5. Aspek hukum mempelajari tentang:

  1. Bentuk badan usaha yang akan dipergunakan.
  2. Jaminan-jaminan yang bisa disediakan kalau akan menggunakan sumber dan yang berupa pinjaman.
  3. Berbagai akte, sertifikat, izin yang diperlukan dan sebagainya.

6. Aspek ekonomi dan sosial meliputi penelitian tentang:

  1. Pengaruh proyek tersebut terhadap peningkatan penghasilan negara.
  2. Pengaruh proyek tersebut terhadap devisa yang bisa dihemat dan yang bisa diperoleh.
  3. Penambahan kesempatan kerja.
  4. Pemerataan kesempatan kerja.
  5. Bagaimana pengaruh proyek tersebut terhadap industri lain, sebagai supply bahan bagi industri lain atau pasar bagi hasil industri lain.
  6. Aspek yang bersifat sosial seperti, menjadi semakin ramainya daerah tersebut, lalu lintas yang semakin lancar, adanya penerangan listrik dan lain sebagainya. Aspek sosial ini merupakan manfaat dan pengorbanan sosial yang mungkin dialami oleh masyarakat, tetapi sulit dikuantifikasikan yang bisa disepakati secara bersama. Tetapi manfaat dan pengorbanan tersebut dirasakan ada.

FS (Feasibility Study) juga sangat diperlukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan terhadap bisnis tersebut. Karena dalam membangun suatu bisnis akan melibatkan berbagai pihak yang berbeda-beda untuk mendukung bisnis kita. Seperti pihak Investor selaku pemrakarsa, Pihak kreditor atau Bank selaku pemberi kredit, Pemerintah selaku pemberi fasilitas tata hukum dan perundang-undangan dan masyarakat selaku pengguna dan pengontrol bisnis tersebut. Nah dengan FS (Feasibility Study) tersebut investor akan dapat mengetahui tingkat keuntungan dari investasinya, bank dapat mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah dapat mengetahui manfaat invetasi tersebut secara makro bagi perekonomian nasional, pemerataan kesempatan kerja, masyarakat dapat mengetahui keamanan dari bisnis tesebut baik dari segi lingkungan, pengunaan alam sekitar dan juga masyarakat dapat memperoleh pekerjaan dari kegiatan bisnis tersebut.

Dengan banyaknya pihak yang terkait yang akan mengunakan laporan tersebut maka seorang pebisnis hendaklah menggunakan jasa konsultan profesional untuk mengerjakannya. Karena untuk membuat FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan harus dikerjakan oleh orang yang profesional dan berpengalaman di bidang tersebut agar hasilnya tidak sia-sia dan tujuan FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan dapat dicapai.

Kategori: Artikel