Langkah Studi kelayakan merupakan sebuah konsep pengembangan tertulis yang berisi rincian dari gambaran bisnis tersebut seperti perencanaan keuangan, pengelolaan, pengembangan, teknologi, peralatan, target capaian, strategi pemasaran. Rencana bisnis menguraikan arah, tujuan dan strategi perusahaan untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Karena dalam studi kelayakan akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan bisnis tersebut. Aspek yang umum dibahas dalam studi kelayakan seperti aspek hukum, aspek lingkungan, aspek teknis, aspek ekonomi, aspek pasar, aspek sosial dan aspek keuangan.

Pebisnis yang menginvestasikan waktu, modal dan tenaga menyusun rencana bisnis dengan cerdas terbilang lebih siap menghadapi resiko-resiko dari bisnis tersebut. Walaupun rencana bisnis itu tidak menjamin 100% kesuksesan seseorang, tetapi dengan cara ini akan mampu menciptakan peluang kesuksesan.

Beberapa langkah studi kelayakan bisnis yang hendaknya dikerjakan dalam melaksanakan studi kelayakan, yaitu:

1. Penemuan Ide.

Produk yang akan dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan. Oleh karena itu, penelitian terhadap kebutuhan pasar dan jenis produk dari proyek harus dilakukan. Penelitian jenis produk dapat dilakukan dengan kriteria-kriteria bahwa suatu produk dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang masih belum dipenuhi, memenuhi kebutuhan manusia tetapi produk tersebut belum ada, dan untuk mengganti produk yang sudah ada dengan produk lain yang mempunyai nilai lebih. Sedangkan mengenai kebutuhan pasar, hasil penelitian yang diharapkan adalah bahwa produk yang akan dihasilkan dapat dijual di pasar yang cukup sehat (permintaan yang cukup baik dalam jangka panjang). Selanjutnya, untuk menghasilkan ide proyek tadi, perlu dilakukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang memadai.

Catatan:

Jika terdapat cukup banyak ide yang mendorong pebisnis untuk melaksanakan suatu usaha di bidang rental, pengambil keputusan akan menentukan satu atau beberapa ide proyek untuk dikaji lebih lanjut. Misalnya, beberapa ide proyek yang lolos setelah dipilih adalah ide mengenai bisnis rental gaun pengantin, rental motor, dan rental komputer.

2. Tahap Penelitian.

Setelah ketiga ide proyek dipilih, selanjutnya dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan memakai metode ilmiah. Dimulai dengan mengumpulkan data, lalu mengolah data berdasarkan teori-teori yang relevan, menganalisis dan menginterpresentasikan hasil pengolahan data dengan alat-alat analisis yang sesuai, menyimpulkan hasil sampai pada pekerjaan membuat laporan hasil penelitian tersebut.

Catatan:

Berdasarkan contoh diatas, telah ditentukan tiga macam ide proyek. Selanjutnya ide proyek dikaji melalui aspek-aspeknya secara cukup luas dan mendalam untuk mendapatkan masukan untuk mengevaluasi ide-ide tersebut.

3. Tahap Evaluasi.

Evaluasi pertama yaitu mengevaluasi usulan proyek yang akan didirikan; kedua, mengevaluasi proyek yang sedang dibangun; dan ketiga, mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin.

Catatan:

Setelah dilakukan evaluasi terhadap ketiga ide proyek diatas, lalu, misalnya, ternyata hanya dua ide proyek yang dianggap fisibel, yaitu rental motor dan rental komputer.

4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak.

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak dan terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk merealisasikan semua rencana bisnis tersebut, misalnya keterbatasan dana, maka perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang dianggap paling penting direalisasikan. Sudah tentu yang diprioritaskan adalah rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibandingkan dengan usulan yang lain berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang telah ditentukan.

Catatan:

Setelah, misalkan, dilakukan evaluasi terhadap kedua ide proyek, ternyata pengambil keputusan hanya mampu mengerjakan satu ide proyek, misalkan ide proyek rental motor.

5. Tahap Rencana Pelaksanaan.

Setelah rencana bisnis dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan. Mulai dari menentukan jenis pekerjaaan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga pelaksana, ketersediaan dana, kesiapan manajemen, dan lain-lain.

6. Tahap Pelaksanaan.

Setelah semua persiapan yang harus dikerjakan selesai dipersiapkan, tahap berikutnya adalah merealisasikan pembangunan proyek tersebut. Kegiatan ini membutuhkan manajemen proyek. Jika proyek selesai dikerjakan, tahap berikutnya adalah melaksanakan operasional bisnis itu secara rutin. Dalam operasional ini, perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis, yaitu dari fungsional keuangan, pemasaran, produksi/operasi, SDM dan manajemennya agar selalu bekerja secara efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan. Hasil evaluasi dapat disajikan feedback bagi perusahaan untuk selalu mengkaji ulang proses studi kelayakan ini secara terus menerus.

Jasa Statistik

      Kategori: Artikel