Keuangan merupakan inti dari suatu bisnis atau usaha. Tujuan dari mendirikan bisnis untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Untuk memperolah keuntungan tersebut dibutuhkan menajemen keuangan yang tepat. Manajemen keuangan dapat anda temukan dalam studi kelayakan bisnis. Studi kelayakan merupakan penelitian yang dilakukan seorang bisnis terhadap bisnis untuk mengurangi masalah-masalah yang mungkin terjadi pada bisnis ataupun keterjanjuran mengeluarkan modal pada bisnis yang tidak menguntungkan. Dalam studi kelayakan akan dibahas lebih mendalam ngenai keuangan bisnis yang akan dijalankan. Apabila seorang pebisnis tidak sempat atau tidak mampu melakukannya anda dapat menggunakan jasa studi kelayakan yaitu PT. Grapadi Sejahtera Mandiri.

Keuangan meliputi berbagai hal yang meliputi hal-hal yang berkaitan dengan sumber pendanaan. Intinya, di sinilah kita harus sangat teliti untuk setiap biaya yang keluar, dan uang yang masuk.

Sumber Dana

1. Sumber Pinjaman (Bank atau Investor)

2. Sumber Sendiri

 

Kebutuhan Investasi

1. Prainvestasi

2. Biaya pembelian aktiva tetap

3. Biaya operasional

 

Laporan Keuangan Laba Rugi

Menggambarkan hasil dari operasi suatu perusahaan dalam periode waktu yang tertentu.

Fungsi mengontrol apakah perusahaan menghasilkan laba atau tidak.

Elemen Laporan Laba/Rugi

1. Pendapatan (Revenue)

2. Beban (Expense)

3. Laba (Profit)

4. Rugi (Loss)

 

Laporan Laporan Arus Kas

Menggambarkan aliran kas yang terdiri dari aliran masuk perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan

Fungsi mengontrol di perusahaan ada uang atau tidak, ia tidak peduli perusahaan laba atau tidak.

Elemen Laporan Arus Kas

1. Kas dari Aktivitas Operasi

2. Kas dari Aktivitas Investasi

    (Depresiasi, investasi mesin)

3. Kas dari  Aktivitas Pendanaan

    (Kredit, Saham)

 

Neraca Keuangan

Menggambarkan posisi aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban/hutang dan ekuitas/modal) suatu perusahaan.

Fungsi neraca keuangan untuk mengontrol laporan keuangan dimana posisi aktiva dan pasiva seimbang.

Elemen Laporan Neraca

1. Aset

2. Liabilitas (Hutang)

3. Ekuitas (Modal)

Analisis Keuangan

Net Present Value (NPV)

Net Present Value (NPV) merupakan net benefit atau selisih pengeluran dengan pemsukan yang telah didiskon dengan menggunakan Sosial Opportunity Cost of Capital (SOCC). Dalam analisis keuangan suatu bisnis itu dikatakan layak apabila Net Present Value (NPV) bernilai Positif.

Internal Rate of Return (IRR)

Internal Rate of Return (IRR) merupakan petunjuk yang digunakan untuk melihat seberapa besar suku bunga yang dapat dihasilkan oleh investasi bisnis yang dilakukan dibandingkan dengan suku bunga bank yang berlaku umum (suku bunga pasar atau Minimum Attractive Rate of Return/MARR). Suatu bisnis dikatakan layak apabila IRR lebih besar dari Diskon Rate atau suku bunga bank yang berlaku umum

Profitability Index (PI)

Profitability Index (PI) merupakan penghitungan probabilitas kelayakan bisnis dengan membandingkan antara jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari bisnis. Bisnis dikatakan layak apabila nilai Profitability Index (PI)  Lebih besar dari 1

Return On Invesment (ROI)

Return On Invesment (ROI) merupakan sebagai rasio laba bersih terhadap biaya

Pay Back Period (PBP)

Jangka waktu yang menunjukkan arus penerimaan sama dengan jumlah investasi. Titik dimana waktu penerimaan investasi lebih cepat akan menunjukkan kesuksesan akan bisnis tersebut.

Break Even Point (BEP)

Jumlah unit produk yang diproduksi agar total revenue sama dengan total cost. Dalam analisis keuangan waktu pemenuhan jumlah unit produk untuk titik BEP tersebut yang semakin cepat akan menunjukkan semakin baiknya bisnis yang dijalankan.

konsultan surabaya

konsultan statistik