Penilaian Studi Kelayakan

Investasi memudahkan perusahaan dalam memperoleh dana pinjaman. Di samping dimodali sendiri, kegiatan tersebut membantu dalam proses produksi dan proyek yang berdampak pada perkembangan perusahaan itu sendiri. Kendati demikian, sebelum melaksanakannya haruslah mengerti dan menelaah terlebih dahulu yang ditinjau dari beberapa aspek.

Proses ini disebut juga dengan studi kelayakan bisnis. Dalam setiap usaha baik yang akan dijalankan maupun sedang berlangsung perlu dianalisis dan diteliti secara detail pada masing-masing bidang. Tujuannya untuk mengetahui hal-hal yang tidak berfungsi dalam usaha atau proyek, sehingga bisa dicari solusi dan diperbaiki sedini mungkin.

1.  Keriteria penilaian pendapatan valuta asing dan devisa

Pada barang-barang yang akan diimpor, perusahaan tidak hanya memikirkan biaya produksi dan lain-lain untuk menentukan suatu harga yang nantinya berdampak pada keuntungan. Mereka juga mempertimbangkan peminimalisiran devisa yang diperoleh pada setiap produk.
Kebalikannya, pada kegiatan ekspor dipikirkan bagaimana caranya mendapatkan devisa dari produk yang dijual ke luar negeri. Adanya ekspor dan impor memberikan banyak manfaat bagi negara-negara yang saling
bekerja sama. Tak hanya mendapatkan devisa, namun mereka juga bisa memperluas pangsa pasar, sehingga daya jangkaunya jadi tidak terhingga.
Kontrol pendapatan devisa ini penting, sebab juga berpengaruh pada income negara. Jika mengalami penurunan cadangan devisa yang disebabkan oleh berkurangnya pendapatan yang masuk dan yang keluar
makin bertambah. Ada banyak faktor yang menjadikan hal tersebut terjadi, salah satunya adalah kegagalan produksi.

Biasanya terjadi pada produk pertanian, yang mana gagalnya panen dapat berakibat pada barang ekspor yang keluar. Hal ini membuat pemerintah membali bahan pangan dari pihak luar, sehingga pengeluaran devisa juga membengkak.

2. Kriteria profitabilitas komersial

Didirkannya suatu bisnis bertujuan untuk mendapatkan pendapatan dan keuntungan. Nantinya akan menjadi kas perusahaan yang merupakan bagian dari aset dan bisa diputar kembali untuk keperluan di masa yang akan datang.

Mereka yang hendak membangun bisnis diusahakan untuk menekan biaya produksi se-ekonomis mungkin, namun barang tetap berkualitas dan memuaskan konsumen. Hal tersebut juga berlaku untuk proyek. Penilaian yang melihat kriteria profitabilitas lebih mempertimbangkan pada beberapa faktor. Tujuannya untuk menilai secara kesuluruhan.
Nantinya akan diketahui perkiraan pendapatan dan laba bersih yang diperoleh yang dihitung dan ditinjau dari berbagai aspek. Hal ini berguna untuk perusahaan, lembaga keuangan, serta investor untuk mengetahui gambaran prospek dari suatu bisnis.
Penilaian ini disarankan dilakukan untuk perusahaan yang tengah melaksanakan proyek industri karena analisis lebih bersifat obyektif. Di samping itu, informasi yang didapatkan juga lebih akurat karena berasal
dari beberapa hal, seperti produksi serta pembiayaan, harga, pasar, dan lain sebagainya. Dengan komponen-komponen tersebut nantinya bisa lebih mudah dalam menghitung profitabilitas komersial dengan menggunakan prosedur akuntansi yang telah ditentukan dan disepakati oleh banyak pihak.

3.  Kriteria profitabilitas ekonomi nasional

Proyek yang dijalankan oleh pemerintah berpengaruh pada perekonomian rakyatnya. Keuntungan yang didapatkan akan dikembalikan lagi kepada negara sebagai aset atau kas, namun sebagiannya lagi digunakan untuk pembangunan dan masyarakat. Oleh sebab itu dalam setiap pelaksanaannya perlu adanya studi kelayakan bisnis yang menenliti hingga ke aspek-aspek yang paling kecil. Salah satu yang harus diperhatikan secara ekstra yaitu pada keuntungan.
Profit yang didapatkan oleh negara didasarkan pada beberapa aspek. Perusahaan-perusahaan milik pemerintah tidak hanya memutar kas untuk kegiatannya sendiri, tetapi juga digunakan untuk kepentingan
rakyat. Maka, perhitungan profitabilitas nasional menggunakan rate of return.

4. Kriteria intensitas faktor

Pada kriteria penilaian faktor menitik beratkan pada sumber daya manusia. Dalam hal ini tenaga kerja merupakan hal penting yang harus diprioritaskan karena bisa memberikan manfaat surplus dibandingkan
dengan modal kapital lainnya.
Memang SDM sangatlah penting dalam suatu proyek atau jalannya usaha, namun mereka bukanlah satu hal yang paling difokuskan sebab masih banyak aspek lain yang harus dijalankan. Di samping mengedepankan tenaga kerja, perusahaan juga harus memperhatikan kondisi modal, aset, dan lain sebagainya.
Pada kriteria penilaian jenis ini, pengolahan tenaga kerja lebih dimaksimalkan dengan tujuan nantinya dapat menjalankan proyek serta usaha dengan benar dan mencapai visi misi. Namun sayangnya, penilaian intensitas faktor justru memiliki kelemahan yang disebabkan oleh hal tersebut.

5.  Kriteria pemilihan proyek

Pada tahap awal perencanaan, perusahaan tidak serta merta pada pelaksanaan. Mereka perlu mempertimbangkan banyak hal untuk dijadikan sebagai proyek selanjutnya. Sebab kegiatan tersebut tidak
hanya berguna pada perusahaan pelaksana itu sendiri, melainkan juga negara, dan para investor. Oleh sebab itu, perlu adanya diskusi untuk memilih proyek mana yang akan dijalankan.
Pemilihan proyek hendaknya didasarkan pada beberapa aspek dengan menimbang-nimbang hal-hal yang nanti dapat dipengaruhi. Sehingga tidak hanya soal keuangan, melainkan juga hal lainnya seperti lingkungan, sosial, hukum, dan sebagainya.

6.  Kriteria kompleksitas proyek

Pada pelaksanaannya, suatu proyek bisa dilakukan apabila melalui tahap-tahap dari yang paling kecil hingga luas. Ada banyak hal yang perlu dipikirkan sebelum memulainya, yang meliputi keuangan, sumber daya manusia, perizinan, pengaruh pada lingkungan dan sosial, hingga pengadaan alat dan mesin.
Perencanaan yang matang dan kompleks dapat menarik investor lebih cepat karena mereka tentu akan menanamkan modal pada proyek yang dinilai pasti. Sebelum meminjamkan dananya, investor menilik
terlebih dahulu kompleksitas dari suatu rencana. Apabila semakin luas, maka akan semakin besar pula risiko yang akan dihadapi. Elemen-elemen yang menjadi ruang lingkup meliputi keuangan, produksi dan dana yang didapatkan dari pihak lainnya.