Membuat bisnis agar bisa berkembang dan menghasilkan keuntungan besar pastinya harapan setiap pengusaha, untuk itu tidak jarang ada yang menggunakan jasa optimalisasi aset (HBU). Menjalankan sebuah perusahaan dan memastikan, agar tetap bisa beroperasi dengan baik memang sangat penting. Hal ini karena akan sangat berpengaruh terhadap keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan.

Secara umum aset merupakan kekayaan dari sebuah perusahaan, organisasi, atau perorangan. Aset biasanya terdiri dari jenis yaitu aset berwujud dan aset tidak berwujud. Aset sangat berkaitan dengan nilai ekonomi baik oleh individu, perusahaan maupun pemerintah yang berupa financial dan sangat penting untuk kesejahteraan dan masa depan.

Dalam melakukan optimalisasi aset, bisa dilakukan dengan empat dasar manajemen yaitu planning, organizing, leading, dan controlling. Dengan dilakukan optimalisasi, aset yang mempunyai wujud seperti gedung, lahan, mesin peralatan dan aset lainnya akan dimaksimalkan seefektif dan seefisien mungkin. Selain itu, untuk aset tak berwujud seperti intelektual dan pemikiran juga perlu dioptimalkan demi terwujudnya visi dan misi perusahaan.

Proses optimalisasi aset perusahaan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang baik, agar bisa berjalan sesuai dengan rencana. Untuk itu, tidak heran jika beberapa perusahaan akhirnya menggunakan bantuan jasa optimalisasi aset (HBU), demi tercapainya tujuan perusahaan.

Langkah-langkah untuk Mencapai Optimalisasi Aset

1. Identifikasi aset

Langkah pertama yang harus dilakukan saat optimalisasi aset adalah melakukan pendataan terhadap semua aset mencakup ukuran, fisik, legal status dan kondisi aset. Selanjutnya dilakukan identifikasi kelengkapan dokumen legal atas aset bermasalah yang pada akhirnya dapat memberikan legal opinion.

2. Inventarisasi fisik dan legal

Dalam melakukan inventarisasi aset, terdapat dua aspek yang harus diperhatikan yaitu aspek fisik dan aspek legal. Aspek fisik meliputi pendataan bentuk, luas, volume atau jumlah, jenis, dan juga alamat. Sedangkan untuk aspek legal bersangkutan dengan status penguasaan, masalah legal yang dimiliki, serta batas akhir penguasaan dan lain sebagainya. Tahap ini cukup penting dalam proses optimalisasi perusahaan sehingga diperlukan bantuan jasa optimalisasi aset (HBU). .

3. Penilaian aset

Setelah identifikasi aset dan inventarisasi fisik selanjutnya dilakukan kegiatan untuk mengetahui nilai pasar (market value) atas objek property, dengan menggunakan beberapa pendekatan, seperti pendekatan data pasar dengan metode perbandingan langsung, pendekatan biaya dengan metode biaya pengganti baru yang disusutkan. Selain itu, pendekatan pendapatan dengan metode arus kas terdiskonto, dan pendekatan pengembangan tanah dengan land residual method

4. Analisis optimalisasi pemanfaatan fixed asset

Analisis optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan aset digunakan untuk mengidentifikasi dan memilih aset yang masuk ke dalam aset operasional atau aset non operasional. Analisis ini biasa digunakan jasa optimalisasi aset (HBU). Untuk mengetahui apakah aset perusahaan telah optimal atau belum penggunaannya dan pemanfaatannya.

Itulah ulasan menarik seputar proses optimalisasi aset yang perlu diketahui baik oleh perusahaan, individu atau pun organisasi. Optimalisasi aset merupakan hal penting dalam sebuah perusahaan demi terciptanya visi misi dan mendatangkan keuntungan lebih besar. Untuk itu, tidak heran jika penggunaan jasa optimalisasi aset (HBU), kerap digunakan untuk membantu proses optimalisasi aset berjalan lebih efektif dan maksimal.

Jasa Studi Kelayakan

Jasa Statistik