Pengawasan – Banyak sekali istilah yang digunakan untuk mengawasi. Salah satu istilah yang sangat terkenal disebut sebagai Pengawasan. ini merupakan istilah yang memiliki arti seperti halnya pemantauan, hanya saja terdengar lebih luwes sekali bahasannya. Suatu kegiatan mengawasi biasanya dilakukan pada suatu kegiatan yang bersifat penting. Baik itu seperti halnya mengawasi kegiatan keamanan, mengawasi jalannya ujian, dan lain sebagainya.

Suatu kegiatan mengawasi ini sangat ramah sekali dengan yang namanya perencanaan alias tidak jauh-jauh dari kata planning. Biasanya, kegiatan ini dapat bersifat terang-terangan atau tersembunyi. Namun, anda pastinya tidak asing lagi jika kegiatan seperti ini familiar sekali dengan yang namanya controlling.

  1. Pengertian Pengawasan

Ada banyak sekali pengertian mengenai pengawasan. Pengertian ini bebas tidak terpaku pada satu pemikiran saja, melainkan juga menampung banyak sekali gagasan berdasarkan para ahli. Bagi anda yang ingin tahu lebih detail, bisa mengartikannya dengan sebutan bahwa semua hal yang berkaitan dengan sutu perencanaan dan dikontrol supaya tidak terjadi kesalahan terdahulu.

Apa lagi jika terjadinya pada suatu komunitas atau organisasi. Bidang controlling ini sangat diperlukan supaya suatu kegiatan yang berisiko tinggi dapat diminimalisir serta orang yang bekerja pun tidak sewenang-wenang melakukan kegiatan seenak hati mereka. Hal ini juga terkait pada sasaran yang akan dituju dari suatu kegiatan.

Sementara tujuan yang harus anda ketahui dari adanya program pengawasan ini yakni untuk mengawasi jalannya suatu kegiatan yang terorganisir sehingga lebih ringkas serta efisien. Dengan adanya metode controlling, segala kegiatan dapat dimungkinkan berjalan lebih lancar dan tentunya cepat selesai.

  1. Prinsip Pengawasan

Memiliki Planning

Planning atau rencana dalam suatu kegiatan sangatlah penting untuk menunjang kelancaran suatu kegiatan supaya kegiatan tersebut dapat berjalan lebih lancar serta terarah. Jika tidak adanya rencana dalam suatu kegiatan akan memungkinkan anda menjalankan kegiatan tersebut serba dadakan serta berantakan tidak menentu arah dan tujuannya.

Adanya Perintah

Prinsip pengawasan yang lain yakni adanya perintah dari atasan. Bagaimana bisa disebut mengontrol jika perintah dari atasan saja tidak diturunkan. Hal ini dikarenakan dalam suatu kegiatan pasti ada beberapa orang yang menjalnkan serta ada satu orang yang memimpin. Bisa dikatakan serupa dengan tubuh yang bergerak serta otak pada kepala yang berpikir.

Selain dari pada itu, suatu kegiatan mengontrol jalannya sebuah perencanaan ini apa lagi dalam bidang pekerjaan kantor, industri, atau lainnya, biasanya seseorang yang bertugas mengawasi akan melaporkan beragam kesalahan yang dilakukan oleh bawahan secara tidak langsung agar kegiatan ke depannya berjalan lancar kembali.

  1. Beragam Jenis Bentuk Pengawasan

Mayoritas orang hanya mengetahui bahwa yang namanya mengawasi hanya sekadar memantau saja. Padahal tidak. Ada beberapa bentuk metode mengontrol jalannya suatu kegiatan, sesuai dengan yang dikenhendaki oleh pihak atasan. Anda dapat mempelajari jenis metode pengawasan ini dengan membaca secara saksama poin-poin di bawah ini sampai selesai.

Waktu

Ada salah satu jenis bentuk metode controlling yang digunakan yakni berdasarkan waktu. Hal ini digunakan entah itu setelah terjadinya suatu kesalahan atau penyimpangan mau pun sebelum terjadinya kesalahan atau penyimpangan. Untuk pengawasan sebelum terjadi kesalahan disebut prefentiv, sementara sesudahnya disebut represif.

Sistem

Selain dari pada waktu, ada jenis pengawasan lain yang menggunakan metode dengan cara melihat sistematika berjalannya. Biasanya dengan memperhatikan lokasinya, membandingkan antara plan dengan kegiatan yang sudah dilakukan, melakukan suatu penyelidikan, atau bahkan memperhatikan kinerja karyawan.

Subjek

Dalam materi bahasa Indonesia anda tidak lagi asing dengan yang namnya subjek, predikat atau objek. Masih sama seperti dalam mata pelajaran bahasa indonesia, subjek yang dimaksudkan juga pelakunya. Maka dengan sistem subjek, kemungkinan yang mengawasi adalah pelaku dalam suatu kegiatan tersebut adalah atasan.

Objek

Jika ada subjek, pastinya ada subjek. Nah! Dalam perihal pengawasan, objek bisa disebut juga sebagai sasaran. Biasanya menilai dari kriteria suatu karyawan. Hal ini dilihat dari cara ia bertutur kata baik jujur atau tidak, sopan atau tidak, kerjanya bagus atau tidak, dan lain sebgainya.

So apa pun bentuk pengawasannya, intinya kita harus bekerja dengan dilandasi oleh niat yang baik supaya hasilnya baik pula.