Studi kelayakan properti setelah corona covid-19. Seluruh dunia sedang di gegerkan oleh satu wabah yang mengancam manusia di seluruh dunia. Ancaman ini berupa virus yang mematikan yaitu dikenal dengan covid-19. Tak hanya mengancam kesehatan virus ini juga mengancam sektor bisnis yang ada. Salah satu bisnis yang terkena dampak dari studi kelayakan properti setelah corona covid-19 adalah bisnis properti.

Pada tahun 2019, sektor properti banyak mengalami peningkatan. Namun pada tahun 2020 bisnis ini harus mengalami penurunan akibat corona covid-19. Penurunan harga sangat menentukan kondisi bisnis properti secara menyeluruh.

Di beberapa daerah banyak yang mengalami penurunan studi kelayakan properti setelah corona covid-19 yang sangat tajam. Namun, untuk daerah banten dan Jawa Barat masih bisa dibilang stabil dan mengalami kenaikan pada kwartal 1 tahun 2020.

Pada tahun 2020 di Jawa Barat mengalami kenaikan harga, hal ini didorong dari beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah. Harga yang mengalami kenaikan harga adalah rumah tapak, kenaikan ini terjadi secara nasional maupun di jawa barat.

Namun, ternyata kenaikan harga yang mungkin terlihat menjanjikan ini sayangnya tidak meningkatkan penjualan properti ini melainkan terjadi penurunan studi kelayakan properti setelah corona covid-19 yang lumayan besar. Misalnya saja pada daerah JABODETABEK itu mengalami penurunan mencapai angka 50,1%, penurunan paling tajam terjadi pada daerah Bekasi yaitu mencapai 56%.

Jika dilihat dari segi segmentasi pasar, penurunan properti yang paling mengalami penurunan secara drastis ada pada properti segmen rumah dengan harga penjualan yang mencapai dibawah 300 juta rupiah.

Penurunan harga properti ini jika kita bandingkan dengan kwartal IV pada tahun 2019 dengan penjualan pada kwartal I tahun 2020.

Penurunan harga rumah hingga mencapai dibawah 300 juta, karena dampak dari studi kelayakan properti setelah corona covid-19. Alasan kenapa segmen harga pada rumah ini mengalami penurunan karena buyer atau pembeli pada properti ini merupakan pembeli yang sangat rentan.

Studi kelayakan properti setelah corona covid-19 yang mempengaruhi penurunan pada segmen harga juga dipengaruhi oleh banyaknya pembeli properti pada segmen ini adalah sangat didominasinya oleh end-user, yang mereka membeli bukan untuk melakukan investasi melainkan untuk digunakan sendiri.

Kondisi pasar yang terjadi pada sektor properti pada tahun ini, bisa dibilang sedang dalam kondisi menunggu. Karena penurunan minat pembeli pada sektor ini karena corona covid-19.