Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki wilayah seluas 7,7 juta Km², dengan luas lautan 2/3 wilayah Indonesia dan garis pantai terpanjang ke empat di dunia sepanjang 95.181 km, serta memiliki 17.480 pulau mempunyai potensi ekonomi pada jasa transportasi laut (kapal) yang sangat besar, karena sudah tidak dapat dielakkan lagi bahwa transportasi laut (kapal) merupakan sarana transportasi utama guna menjangkau dan menghubungkan pulau-pulau di wilayah nusantara sehingga menciptakan konektifitas antar pulau di Indonesia. Karena sangat vitalnya transportasi kapal bagi perekonomian, maka transportasi kapal harus dikembangkan dengan baik dan benar untuk menunjang pertumbuhan perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi bedasarkan lapangan usaha sektor, transportasi kapal dan pergudangan menjadi salah satu sektor yang paling bersinar sepanjang tahun lalu. Potensi besar industri yang ada di dalam negeri harus didukung oleh sistem transportasi kapal  yang handal seperti pengadaan transportasi laut yang terstandarisasi. Dari data yang diperoleh pada tahun 2017 pengangkutan laut masih mendominasi dibandingkan dengan transportasi kereta api dan udara. Hal ini membuktikan besarnya keperluan transportasi laut di indonesia ditunjukkan pada tahun 2017, untuk jumlah barang yang diangkut mengalami kenaikan sebesar 1,62 persen atau menjadi 262,4 juta ton. Namun sangat disayangkan transportasi dilaut indonesia masih di dominasi perusahaan luar.

1. Pendahuluan

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang, tujuan penyusunan studi kelayakan, metode yang digunakan dan sistematika pembahasan.

2.Gambaran Umum Perusahaan

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang perusahaan, modal dasar perusahaan & susunan pemegang saham, susunan pengurus perusahaan, serta legalitas perusahaan.

3.Aspek Pasar

Analisa ini bertujuan melihat bagaimana kondisi pasar industri perkapalan dan industri batubara pada masa kini dan prospeknya pada masa mendatang. Dari hasil analisis pasar ini akan diperoleh gambaran bagaimana tingkat marketibility dari produk yang dihasilkan industri tersebut.

4.Aspek Teknis

Pada bagian ini akan menjabarkan karakteristik atau proses bisnis untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana pengembangan. Karakteristik-karakteristik itu antara lain berupa spesifikasi kapal, operasional kapal, dan lain-lain, serta analisis SWOT (Strenghs, Weaknesses, Opportunity, Threats).

5.Analisa Keuangan

Dalam aspek ini menjelaskan asumsi-asumsi mengenai pendapatan dan biaya-biaya operasional serta estimasi investasi yang kemudian diproyeksikan dalam arus kas dan analisa keuangan sehingga menghasilkan analisa kelayakan usaha. Adapun metode yang digunakan dalam adalah metode Internal Rate of Return (IRR) dan Net Present Value (NPV).

Kategori: Artikel