Manfaat Studi Kelayakan proyek sangat lah besar bagi pebisnis atau perusahaan yang akan mendirikan atau mengembangkan usahanya. Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Pengertian keberhasilan ini mungkin bisa ditafsirkan agak berbeda-beda

Manfaat Studi Kelayakan

1.Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat financial). Yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek itu.

2.Manfaat ekonomis proyek itu bagi Negara tempat proyek dilaksanakan (sering juga disebut sebagai manfaat ekonomi nasional), yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu Negara.

3.Manfaat sosial proyek itu bagi masyarakat sekitar proyek tersebut. Ini merupakan studi yang relatif sulit dilakukan.

Semakin sederhana proyek yang akan dilaksanakan semakin sederhana pula lingkup penelitian yang akan dilakukan. Bahkan banyak proyek – proyek investasi yang mungkin tidak pernah dilakukan studi kelayakan secara formal, tetapi ternyata kemudian terbukti berjalan dengan baik

Tujuan dilakukan studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.

Dalam studi kelayakan itu hal-hal yang perlu diketahui adalah :

  1. Ruang Lingkup Kegiatan proyek
  2. Cara kegiatan proyek dilakukan
  3. Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasilnya seluruh proyek.
  4. Sarana yang diperlukan oleh proyek
  5.  Hasil kegiatan proyek itu serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut.
  6. Akibat-akibat yang bermanfaat maupun yang tidak dari adanya proyek itu.
  7. Langkah-langkah rencana untuk mendirikan proyek beserta jadwal dari masing-masing kegiatan itu sampai dengan proyek investasi siap berjalan.

Faktor Yang Mempengaruhi Intensitas Studi Kelayakan

  1. Besarnya dana yang ditanamkan
  2. Tingkat ketidakpastian proyek
  3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek